Google
 

22 February 2007

Kondisi Fisik Atlet Pelatnas


Kondisi Fisik Atlet Pelatnas Jauh di Bawah Standar
PBSI Akan Lakukan Tes Fisik Tiap 4 Bulan


JAKARTA, (PR).-
Kondisi kualitas fisik atlet pelatnas bulu tangkis masih jauh di bawah standar. Bahkan, atlet putri pada tingkatan buruk. Untuk seorang Taufik Hidayat, contohnya Vo2Max baru mencapai 50. Adapun standar yang sudah ditetapkan minimal 60. Karena itu, PB PBSI akan melakukan tes fisik secara rutin setiap 4 bulan sekali untuk memantau perkembangan kualitas fisik atlet.

"Tes dilakukan baru-baru ini. Saya juga heran ternyata kondisi fisik pemain kita masih lemah. Dengan kondisi seperti itu, realistis saja, bagaimana bisa juara?," ujar Icuk Sugiarto pada acara serah terima pengurus PBSI lama dengan hasil Munaslub PBSI, di Hotel Century Jakarta, Sabtu (16/10).


Icuk menjelaskan pembenahan sektor fisik ini akan menjadi fokus utama para pelatih sekarang. Sebab, dengan kondisi seperti itu menjadi masalah besar di pelatnas. Cara tes menguji fisik pemain pun akan diubah. Selama ini tes yang dilakukan adalah dengan bersepeda. Mulai sekarang seluruh pemain wajib melakukan lari cepat dalam jangka waktu 15 menit.

"Zaman saya dulu caranya lari. Dulu tidak ada atlet yang Vo2maxnya 60. Saya dulu sampai 74. Liem Swie King juga di atas 71. Kalau fisik sudah kuat, teknik yang ada dalam diri pemain tidak akan hilang," ujar Icuk.


Menurut Icuk, sekarang ini atlet yang memiliki kondisi fisik stabil dari Cina dan Korea. Hal itu bisa terlihat dari kestabilan penampilan pemain dalam pelbagai turnamen. Atlet Indonesia belum ada yang stabil bisa meraih juara secara berturut-turut dari satu turnamen ke turnamen berikutnya. Di lain pihak, atlet Cina dan Korea bisa ada yang meraih juara 5 kali secara berantai.

"Karenanya, untuk pembenahan fisik pemain ini, saya juga minta bantuan mantan pelatih fisik, Pak Tahir Djide. Beliau yang melatih fisik saya, Rudi Hartono, Liem Swie King, dll. Mungkin Pak Tahir tidak bisa turun tangan langsung karena memiliki kesibukannya. Tapi, minimal metode-metodenya bisa diterapkan seluruh pelatih," ujar Icuk.



Icuk mencontohkan Taufik Hidayat. Taufik memiliki kemampuan teknik sempurna. Namun, pada saat berhadapan dengan atlet yang tidak mudah menyerah atau asal selalu bisa mengembalikan bola, dia selalu kedodoran.


"Taufik fisiknya masih perlu ditingkatkan. Kalau Vo2max dia bisa mencapai 70, saya ada keyakinan tidak akan ada yang bisa mengalahkannya," kata Icuk.

Terkejut

Tahir Djide yang hadir dalam acara tersebut, mengaku cukup terkejut ketika mendapat laporan dari Icuk soal kondisi atlet pelatnas. Menurutnya, ketika dia aktif menjadi pelatih fisik di pelatnas, tak satu pun atlet putra yang VO2maxnya sampai 60. Semua di atas 70.


"Kalau laporan Icuk itu benar adanya, saya tentu prihatin. Akan percuma mengirimkan atlet mengikuti turnamen-turnamen, namun kondisi fisiknya pas-pasan. Dari pada ikut turnamen langsung gugur di babak pertama atau kedua, lebih baik kita benahi dulu kelemahan mendasar ini," kata Tahir.


Tahir menceritakan pengalamannya dulu. Ketika itu, dia melakukan tes fisik mewajibkan atlet melakukan lari cepat selama 15 menit. Atlet yang bisa menempuh 3,35 km Vo2maxnya hanya 40. Sedangkan bila bisa sampai sejauh 5 km, Vo2maxnya sekira 64.

"Bisa sampai 6 km sudah cukup bagus. Kalau soal fisik ini sudah kuat, melatih teknik dan strategi akan lebih mudah. Sebaiknya, tes fisik ini dengan cara lari karena bulu tangkis olah raga lari dan memukul," ujarnya.



Setelah melakukan tes lari, baru memasuki tes loncatan. Tes ini untuk menilai kualitas kekuatan tungkai. Atlet yang mampu meloncat lebih tinggi, tungkainya lebih kuat dan smesnya lebih keras dan terarah. "Liem Swie King terkenal dengan sebutan 'King smes' karena tungkainya bagus. Dia bisa loncat setinggi 82 cm," ujarnya.


Pada acara tersebut, hadir sesepuh bulu tangkis, Try Sutrisno, pengusaha Aburizal Bakrie, ketua lama, Chairul Tanjung, ketua PBSI baru terpilih, Sutiyoso, serta pengurus PBSI, atlet, dan unsur pelatih.(A-65)***

Pikiran Rakyat, Minggu, 17 Oktober 2004

Seputar Bulutangkis
bulutangkisindonesia.blogspot.com


No comments:

“ATHLETES FIRST, WINNING SECOND”