Google
 

14 May 2007



PENGURUS BESAR

PERSATUAN BULUTANGKIS SELURUH INDONESIA

2007


SISTEM RANKING

PERSATUAN BULUTANGKIS SELURUH INDONESIA

1. Definisi

Ranking Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) adalah daftar atlet/ pasangan atlet berdasarkan pengumpulan poin ranking hasil dari keikutsertaan dalam kejuaraan dengan pengaturan sebagai berikut:

1.1. Atlet/pasangan atlet memperoleh poin ranking dari keikutsertaannya pada kejuaraan yang telah ditentukan.

1.2. Atlet/pasangan atlet diberi peringkat jika telah bermain di dua kejuaraan atau lebih yang ditentukan dalam 12 bulan terakhir.

1.3. Level kejuaraan menentukan poin ranking maksimum. Makin tinggi level kejuaraannya akan makin tinggi poin ranking maksimumnya.

1.4. Babak pertandingan yang dimenangkan menentukan banyaknya poin ranking. Makin jauh babak pertandingan yang dimenangkan, makin banyak poin ranking yang diperoleh.

1.5. Jumlah poin ranking tersebut diurutkan menjadi Ranking PBSI.

1.6. Sistem ini mengadopsi sistem Badminton World Federation (BWF) dan ada integrasi dengan poin ranking yang didapat dari kejuaraan BWF.

2. Kejuaraan Yang Mendapatkan Poin Ranking

2.1. Kejuaraan yang disetujui oleh PBSI dari tingkat cabang, multi-cabang, daerah, multi-daerah, nasional, swasta yang diakui.

2.2. Kejuaraan BWF yang mehghasilkan poin ranking BWF termasuk pertandingan beregu Thomas Cup, Uber Cup, dan Sudirman Cup,

2.3. Kejuaraan multi-cabang olah raga seperti; Olympiade, Asian Games, SEA Games dan PON.

3. Jadwal Publikasi Ranking PBSI

Daftar ranking PBSI tingkat nasional, daerah, cabang PBSI dipublikasikan minimal satu bulan sekali dan pada umumnya dilakukan di awal bulan.

4. Sistem Poin Ranking

4.1. Atlet/pasangan atlet mendapatkan poin ranking lebih banyak berdasarkan sejauh babak mana mereka main dan menang.

4.2. Atlet/pasangan atlet yang masuk babak utama (main draw) otomatis mendapat poin ranking. Bila atlet/pasangan atlet kalah di babak pertama, maka mendapat poin ranking di babak pertama dan begitu seterusnya untuk babak-babak berikutnya.

4.3. Atlet/pasangan atlet yang mendapatkan kemenangan walkover (WO) berhak mendapat poin ranking kemenangan di babak itu. Atlet/pasangan atlet yang kalah tanpa bertanding tidak mendapat poin ranking kekalahan di babak itu.

Adapun yang dimaksud tidak mendapat poin ranking kekalahan di babak itu adalah:

4.3.1. Apabila atlet/pasangan atlet kalah tanpa bertanding di babak pertama, maka atlet/pasangan atlet tersebut tidak mendapat poin ranking.

4.3.2. Apabila atlet/pasangan atlet kalah tanpa bertanding di babak kedua, maka atlet/pasangan atlet tersebut hanya mendapatkan poin ranking di babak pertama, begitu seterusnya untuk babak-babak berikutnya.

4.4. Jika atlet/pasangan atlet dalam suatu pertandingan:

4.4.1. memperoleh bye di babak pertama dan kalah di babak kedua, mendapat poin ranking sama dengan atlet/pasangan atlet yang kalah di babak pertama.

4.4.2. memperoleh bye dibabak pertama, menang di babak kedua, dan kalah di babak ketiga, mendapat poin ranking sama dengan atlet/ pasangan atlet yang kalah di babak ketiga.

4.4.3. memperoleh bye di babak pertama, menang WO di babak kedua, dan kalah di babak ketiga, mendapat poin ranking sama dengan atlet/pasangan atlet yang kalah di babak ketiga.

4.4.4. memperoleh kemenangan WO di babak pertama dan kalah di babak kedua, mendapat poin ranking sama dengan atlet/pasangan atlet yang kalah di babak kedua.

4.5. Jika seorang atlet ganda berpasangan dengan dua atlet atau lebih yang berbeda maka nama atlet tersebut ditulis dua kali atau lebih dalam ranking dengan pasangan yang berbeda itu.

5. Perhitungan Poin Ranking Di Kejuaraan Beregu

5.1. Kejuaraan beregu yang mendapat poin ranking PBSI adalah:

5.1.1. Kejuaraan Nasional sistem Sudirman Cup,

5.1.2. Kejuaraan Liga Bulutangkis di Indonesia sistem Thomas Cup dan Uber Cup,

5.1.3. Kejuaraan beregu BWF mewakili regu Indonesia dalam kejuaraan Thomas Cup, Uber Cup, dan Sudirman Cup.

5.1.4. Kejuaraan beregu Asian Games, SEA Games dan PON.

5.2. Atlet/pasangan atlet hanya mendapatkan poin ranking dari hasil terbaik mereka dalam periode 12 bulan di semua kejuaraan beregu di atas:

5.2.1. jika atlet/pasangan atlet yang mempunyai ranking nasional memenangkan satu pertandingan, mereka mendapatkan poin rata-rata mereka (poin rata-rata dijelaskan dalam angka 5.2.6.) ditambah jumlah total poin ranking dari lawan dibagi 100.

5.2.2. jika atlet/pasangan atlet yang mempunyai ranking nasional kalah dalam satu pertandingan, mereka hanya mendapatkan poin rata-rata mereka sendiri.

5.2.3. jika atlet/pasangan atlet yang tidak mempunyai ranking nasional memenangkan satu pertandingan, maka mereka mendapat 1 poin ditambah jumlah total poin ranking lawan dibagi 100.

5.2.4. jika atlet/pasangan atlet yang tidak mempunyai ranking nasional kalah dalam satu pertandingan, maka mereka tidak mendapat poin ranking

5.2.5. jika atlet/pasangan atlet yang tidak mempunyai ranking nasional memenangkan pertandingan dan lawan juga tidak mempunyai ranking nasional, maka mereka mendapatkan 2 poin.

5.2.6. Poin rata-rata digunakan untuk menghitung poin ranking atlet/ pasangan atlet yang bertanding di kejuaraan beregu sebagai berikut:

5.2.6.1. Jika atlet/pasangan atlet bertanding kurang dari 11 kejuaraan dalam periode 12 bulan terakhir, poin rata-rata dihitung dari jumlah poin ranking yang didapatkan dibagi dengan jumlah kejuaraan yang diikuti.

5.2.6.2. Jika atlet/pasangan atlet telah bertanding di 11 kejuaraan atau lebih dalam periode 12 bulan terakhir, poin rata-rata dihitung dari 10 poin ranking tertinggi yang didapat dibagi dengan 10.

6. Jumlah Kejuaraan Yang Dihitung Dalam Perhitungan Ranking

6.1. Atlet Dewasa (umur bebas)

6.1.1. Jika atlet/pasangan atlet bertanding kurang dari 11 kejuaraan dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dengan menambah poin ranking yang didapatkan dalam kejuaraan-kejuaraan itu.

6.1.2. Jika atlet/pasangan atlet bertanding sebanyak 11 kejuaraan atau lebih dalam 12 bulan terakhir, maka hanya 10 poin ranking tertinggi yang dihitung.

6.1.3. Apabila poin ranking diperoleh dalam kejuaraan beregu bisa masuk 10 besar terbaik dari poin ranking yang diraih atlet/ pasangan atlet, maka poin ranking tersebut juga bisa dihitung.

6.1.4. Maksimum satu kejuaraan beregu dengan poin ranking tertinggi yang dapat dihitung poin rankingnya.

6.2. Atlet Taruna (umur di bawah 19 tahun)

6.2.1. Jika atlet/pasangan atlet bertanding kurang dari 9 kejuaraan dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dengan menambah poin ranking yang didapatkan dalam kejuaraan-kejuaraan itu.

6.2.2. Jika atlet/pasangan atlet bertanding sebanyak 9 kejuaraan atau lebih dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dari hasil penjumlahan 8 poin ranking yang tertinggi.

6.2.3. Apabila poin ranking yang diperoleh dalam kejuaraan beregu bisa masuk 8 besar terbaik dari poin ranking yang diraih atlet/pasangan atlet, maka poin ranking tersebut juga bisa dihitung.

6.2.4. Maksimum satu kejuaraan beregu dengan poin ranking tertinggi yang dihitung poinnya.

6.3. Atlet Remaja (umur di bawah 16 tahun)

6.3.1. Jika atlet/pasangan atlet bertanding kurang dari 7 kejuaraan dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dengan menambah poin ranking yang didapatkan dalam kejuaraan-kejuaraan itu. /

6.3.2. Jika atlet/pasangan atlet bertanding sebanyak 7 kejuaraan atau \ lebih dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dari hasil penjumlahan 6 poin ranking yang tertinggi.

6.3.3. Apabila poin ranking diperoleh dalam kejuaraan beregu bisa masuk 6 besar terbaik dari poin ranking yang diraih atlet/pasangan atlet, maka poin ranking tersebut juga bisa dihitung.

6.3.4. Maksimum satu kejuaraan beregu dengan poin ranking tertinggi yang dihitung poinnya.

6.4. Atlet Pemula (umur di bawah 14 tahun)

6.4.1. Jika atlet/pasangan atlet bertanding kurang dari 7 kejuaraan dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dengan menambah poin ranking yang didapatkan dalam kejuaraan-kejuaraan itu.

6.4.2. Jika atlet/pasangan atlet bertanding sebanyak 7 kejuaraan atau lebih dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dari hasil penjumlahan 6 poin ranking yang tertinggi.

6.5. Atlet Anak-Anak (umur di bawah 12 tahun)

6.5.1. Jika atlet/pasangan atlet bertanding kurang dari 5 kejuaraan dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dengan menambah poin ranking yang didapatkan dalam kejuaraan-kejuaraan itu.

6.5.2. Jika atlet/pasangan atlet bertanding sebanyak 5 kejuaraan atau lebih dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dari hasil penjumlahan 4 poin ranking yang tertinggi.

6.6. Atlet Usia Dini (umur di bawah 10 tahun)

6.6.1. Jika atlet/pasangan atlet bertanding kurang dari 3 kejuaraan dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dengan menambah poin ranking yang didapatkan dalam kejuaraan-kejuaraan itu.

6.6.2. Jika atlet/pasangan atlet sebanyak 3 kejuaraan atau lebih dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dari hasil penjumlahan 2 poin ranking yang tertinggi.

6.7. Atlet Veteran

6.7.1. Jika atlet/pasangan atlet bertanding kurang dari 3 kejuaraan dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dengan menambah poin ranking yang didapatkan dalam kejuaraan-kejuaraan itu.

6.7.2. Jika atlet/pasangan atlet bertanding sebanyak 3 kejuaraan atau lebih dalam 12 bulan terakhir, maka ranking dihitung dari hasil penjumlahan 2 poin ranking yang tertinggi.

6.8. Atlet/pasangan atlet semua kelompok umur dapat mengikuti kejuaraan yang tidak melanggar ketentuan kejuaraan kelompok umur. Poin ranking yang didapat dihitung sesuai kelompok yang diikuti dan dapat dihitung untuk menentukan ranking pada beberapa kelompok yang sesuai umur atlet itu.

Contoh:

Mia, umur 13 tahun, jadi bisa dikategorikan Dewasa, Taruna, Remaja,

dan Pemula. Namun Mia tidak boleh ikut kejuaraan kelompok Veteran

35+, 45+ dst.

Mia mengikuti Sirkuit Nasional Dewasa dan berhasil masuk semifinal.

Poin ranking yang Mia dapatkan 1170. Angka 1170 ini diperhitungkan

di pengumpulan poin ranking Mia di kategori Dewasa (jika termasuk 10

hasil terbaik Mia), Taruna (jika termasuk 8 hasil terbaik Mia), Remaja

(jika termasuk 6 hasil terbaik Mia), dan Pemula (jika termasuk 6 hasil

terbaik Mia).

7. Daftar Peringkat Ranking

7.1. Atlet/pasangan atlet dengan jumlah poin ranking tertinggi akan berada di peringkat ranking tertinggi dan seterusnya secara berurutan

7.2. Jika dua atlet/pasangan atlet atau lebih mempunyai poin ranking yang sama, maka atlet/pasangan atlet yang bermain lebih banyak mendapatkan ranking yang lebih tinggi.

7.3. Jika dua atlet/pasangan atlet atau lebih mempunyai poin ranking yang sama dan bertanding dengan jumlah kejuaraan yang sama, maka mereka mempunyai ranking yang sama Contoh:

Lima pemain di peringkat 1 s.d. 5, kemudian 3 pemain berikutnya mempunyai poin ranking yang sama, maka urutan rankingnya adalah : 1,2,3,4,5,6,6,6,9,10.

Atlet/pasangan atlet yang sudah tidak bertanding dalam kurun waktu 12 bulan terakhir dianggap tidak mempunyai Ranking

No comments:

“ATHLETES FIRST, WINNING SECOND”